Dialog Interaktif, Cara Kejari Nganjuk Sapa Masyarakat

Program Jaksa Menyapa Kejari Nganjuk di RSAL, Rabu (14/9/2022). Foto: Kejari Nganjuk for NadiNganjuk.com

NadiNganjuk.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk memiliki cara khusus untuk mensosialisasikan program layanan hukum. Salah satunya dengan program Jaksa Menyapa yang diberi nama SAE PUN JANGKEP.

Kali ini, program sosialisasi tersebut direalisasikan melalui dialog interaktif dengan on air di studio Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL) 105,3 FM, Rabu (14/9/2022). Tim Kejari Nganjuk yang hadir sebagai narasumber antara lain Dicky Andi Firmansyah Kasi Intelijen, Boma Wira Gumilar Kasi Datun dan Ratrieka Yuliana Jaksa Fungsional Kejari Nganjuk.

Dalam acara yang dipandu Asti Hanifa ini, Dicky mengatakan, kegiatan ini merupakan program dari pusat yaitu Jaksa Menyapa.

“Namun di daerah diberikan kewenangan untuk mengembangkan program tersebut dengan menyisipkan sedikit tentang kearifan lokal setempat baik bahasa ataupun hal lainnya yang berhubungan dengan dengan daerah tersebut,” katanya.

Dicky menjelaskan, program Jaksa Menyapa diberi nama “SAE PUN JANGKEP” yang memiliki arti sarana ampuh menyampaikan unek-unek kepada Kejari Nganjuk melalui siaran dialog interaktif.

“Pada kesempatan kali ini temanya adalah pelayanan hukum “SAMBUNG ROSO” (Sambi Ngopi Ngobrol Hukum Karo Jekso) merupakan program dari bidang Datun. Program tersebut bertujuan untuk menyambung rasa kepada masyarakat dan lebih mendekatkan dengan pembahasan Datun,” ujarnya.

Sementara itu, Boma Wira Gumilar, Kasi Datun Kejari Nganjuk mengungkapkan, program dialog interkatif ini merupakan bagian dari pelayanan hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

“Bentuknya yaitu kami melakukan pelayanan hukum terhadap Kepala Desa, Guru, maupun kepada masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan hukum melaui siaran radio Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL). Namun masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan hukum bisa juga datang langsung ke kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk atau bisa mengunjungi website yang sudah tersedia,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, pada prinsipnya sesuai dengan tema SAMBUNG ROSO (Sambi Ngopi Ngobrol Hukum Karo Jekso), dengan alasan karena jika dialog hukum secara formal, masyarakat dominan akan takut akan menyampaikan keluhan hati mengenahi masalah hukum yang dihadapi.

“Namun jika dengan suasana santai dan juga di sela-sela ngopi ini, masyarakat akan menjadi rilex untuk menyampaikan keluhan dengan santai dan tidak perlu takut. Masih banyak masyarakat yang masih terkesan takut datang ke kantor Kejaksaan untuk konsultasi hukum, namun dengan program yang kita kemas ini, kami siap memberikan pelayanan hukum dan masyarakat tidak perlu takut lagi,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Ratrieka Yuliana, jaksa fungsional Kejari Nganjuk menyatakan, pihaknya memiliki banyak program inovasi untuk melayani masyarakat.

“Salah satunya dengan adanya program ini kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa Kejaksaan Negeri Nganjuk juga dapat memberikan pelayanan hukum.  Untuk masyarakat Nganjuk yang memiliki permasalahan hukum yang sifatnya untuk berkonsultasi dipersilahkan untuk datang langsung ke kejaksaan. Namun dapat juga mengunjungi website yang tersedia (Halo JPN) dengan menyertakan identitas yang valid. Masyarakat juga dapat mengakses layanan email dan sosial mesia Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk menyampaikan permasalahannya tersebut,” paparnya. (oza)

WhatsApp99