Mantan Kades Kemaduh Baron Ditahan Kejari Nganjuk, Tersangka Korupsi Aset Desa

Petugas Kejari Nganjuk saat membawa mantan Kades Kemaduh Agung Supriyadi (51). Foto: Istimewa

NadiNganjuk.com – Seorang mantan Kepala desa (Kades) Kemaduh Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Agung Supriyadi (51) ditahan oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II-B Nganjuk pada hari Senin (01/08/2022).

Agung Supriyadi ditahan setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait aset desa dan pengelolaan keuangan desa Kemaduh pada tahun 2016-2018.

Dalam foto terlihat, Agung yang mengenakan rompi tahanan tersebut dibawa ke Rutan Kelas IIB Nganjuk. Agung dibawa dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Nganjuk sekira pukul 13.00 Wib.

Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Dicky Andi Firmansyah mengungkapkan bahwa sebelum penahanan tersebut dilakukan, penyidik Kejari Nganjuk lebih dulu dan telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Dalam pemeriksaan tersebut, tersangka didampingi oleh penasihat hukum yang ditunjuk oleh tersangka,” ujar Dicky Andi Firmansyah dalam keterangan pers Senin (01/08/2022) malam.

Dicky mengatakan, penahanan terhadap tersangka dilakukan oleh tim jaksa penyidik berdasarkan surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejari Nganjuk pada tanggal 1 Agustus 2022.

“Tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan sejak tanggal 1 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2022,” ujarnya.

“Penahanan dilakukan dengan alasan menimbulkan kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana sebagaimana dalam pasal 21 ayat (1) KUHAP dan juga untuk mempercepat proses penyidikan yang tengah dilakukan,” ungkapnya.

Penyidik menjerat Agung dengan pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Tersangka mantan Kepala Desa Kemaduh tersebut sebelumnya sudah diperiksa oleh petugas kesehatan untuk menjalani screening covid-19, berupa rapid test Antigen SARS-Cov 2 sebagai rangkaian protokol kesehatan,” pungkasnya. (and/az)

WhatsApp99