Wabah Hewan Ternak PMK Merebak, Pemkab Nganjuk Berupaya Antisipasi Penyebaran

Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat menjelaskan tentang merebaknya PMK hewan ternak. Foto: Istimewa

NadiNganjuk.com – Plt Bupati Nganjuk H Marhaen Djumadi mengambil langkah strategis untuk mengendalikan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Sebab, wabah tersebut merebak dan mengalami peningkatan di Kabupaten Nganjuk.

“Kita tau PMK ini penyebarannya begitu cepat. Jadi, kalau tidak segera ditangani dengan serius, dampaknya bisa bertambah luas dan semakin merugikan peternak. Makanya, kami lakukan beberapa langkah untuk mengendalikan PMK di Kabupaten Nganjuk,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya pada Senin (30/05/2022), dilansir www.nganjukkab.go.id.

Dalam kesempatanya, dia menyampaikan berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk per-tanggal 30 Mei 2022, bahwa perkembangan tambahan kasus PMK di Kabupaten Nganjuk mencapai 67 kasus.

“Sehingga total hewan ternak yang terpapar PMK di Kabupaten Nganjuk, sebanyak 463 kasus,” ungkapnya.

Ia menerangkan bahwa dari 463 kasus ini terdapat 360 ekor yang masih terpapar wabah PMK. Kemudian terdapat 71 ekor hewan ternak yang sembuh, dan hewan ternak yang mati akibat kasus PMK ada 2 ekor.

“Dari sekian banyak hewan yang terpapar PMK, hanya ada 2 kasus dari hewan ternak kambing. Selebihnya yakni sapi,” lanjutnya.

Menurutnya, perkembangan kasus PMK di Kabupaten Nganjuk sudah merebak di 15 Kecamatan. Wilayah yang paling tinggi jumlah PMK yakni berada di Kecamatan Gondang. Ia menyebut, jumlahnya mencapai 83 kasus.

“Sedangkan 5 Kecamatan lainnya masih bebas dari PMK, yakni Kecamatan Ngronggot, Ngetos, Sawahan, Kertosono dan Lengkong,” pungkasnya.

Ia mengatakan, Pemkab Nganjuk kini telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengendalikan PMK. Dalam upaya menanggulangi PMK, yakni dengan pemberian vitamin dan vaksinasi pada hewan ternak.

Kemudian pengetatan dan pengawasan lalu lintas serta menutup akses keluar masuk hewan ternak di wilayah setempat. Dalam hal ini, langkah berikutnya yakni penutupan sementara pasar hewan.

Lanjut dia, penutupan diberlakukan baik terhadap pasar yang dikelola oleh Pemkab Nganjuk maupun yang desa. “Selama dua minggu pasar hewan akan ditutup, semoga dengan tindakan ini kasus PMK di Nganjuk bisa diselesaikan. Mengingat sebentar lagi hari raya Idul Adha (kurban),” imbuhnya. (and/az) Adv

WhatsApp99